me :"yah, pada kemana temen2 ayah yang dulu sejadwal sama ayah, kok g pernah kelihatan cuci darah lagi?"
hubby :"ga tau, sudah pada meninggal kali"
me :"Alhamdulillah, ayah jadi yang paling lama dong"
hubby :"enggak, Ayah yang kedua, Pak Radi yang paling lama"
me :"Subhanalloh, padahal dia g punya istri dan g ada yg merawatnya dirumah, dan dia paling sering dirawat."
hubby :"umurmah takdir Alloh bu...."
me :"o, iya ya...."
******
me :"teh, lg hamil ya? berapa bulan?"
girl :"bukan teh, perut saya dah penuh cairan he...he..."
me :"oh, teteh yang jadwalnya pagi?, maaf soalnya baru lihat.
girl :"g apa-apa teh? teteh, adiknya pa Deni ya?"
me :"bukan, saya istrinya (gr, berarti aku kelihatan masih imut2 dong)"
me :"kok belum pulang, lg nunggu jemputan ya?"
girl :"enggak teh, lg nunggu surat2, saya mau dirawat, paru2 dan perut saya sudah kerendem cairan jd mau disedot cairannya".
me :"oh ya, kok teteh biasa2 saja sich g kelihatan lg sakit saya kira teteh lg hamil"
girl :"ya harus gimana lagi atuh teh ini udah biasa, saya sudah cuci darah selama 2 tahun, jd masalah seperti ini sudah jadi bagian dari hidup saya"
me :(jd malu, kadang2 aku suka mengeluh mengenai kondisi suamiku padahal sy g pernah merasakannya
girl :"saya pertama kali tau mengalami gagal ginjal waktu tes kesehatan CPNS, padahal waktu itu saya sudah diterima, akhirnya saya mengundurkan diri karena saya sering g masuk."
me :"yang sabar ya?, Alloh punya rencana yang indah buat teteh"
girl :"makasih"
me :subhanalloh......
***************
Bu dadang sudah 5 tahun merawat suaminya yang terkena gagal ginjal. Ibu ini sosoknya kecil tapi kesabarannya luar biasa. selama 5 tahun seminggu 2 kali ia tak pernah absen mengantarkan suaminya cuci darah. belum lagi belasan kali suaminya harus dirawat. aku mengenalnya ketika suami kami sama2 di rawat. kamar pa dadang bersebelahan dengan kamar suamiku. tubuh pa dadang kini sudah tak dapat berdiri dengan tegak karena tulang2nya sudah keropos hal ini menambah repot bu dadang tapi bu dadang tak pernah meninggalkannya.
Pa dadang sering membentak istrinya didepan orang banyak sebagai bentuk kefrustasian menerima penyakitnya. namun lagi2 bu dadang menanggapinya dengan sabar dan tak pernah mengeluh.
*************
Merekalah manusia2 hebat yang mampu menghadapi segala bentuk cobaan hidup dengan kesabaran dan Keikhlasan. mudah2an kita semua menjadi manusia hebat yang mampu mengarungi kehidupan ini....
Selasa, 03 Agustus 2010
Rabu, 28 Juli 2010
Hemodialisa
Senin-Kamis adalah jadwal yang ditetapkan bagi suamiku tuk menjalani HD atau biasa disebut dengan cuci darah. Tidak setiap waktu cuci darah aku bisa mengantarnya karena aku harus bekerja malah bisa disebut sangat jarang. Yang paling setia mengantarnya adalah kakak2nya yang silih berganti mengantarkan suamiku. Maafkan diriku Yah… habis gimana lg…..
Setiap kali menjalaninya, suamiku dan pasien2 HD lainnya harus berbaring selama 3-4 jam. Di tangannya/dipangkal pahanya dipasangkan selang-selang yang menghubungkan ke mesin segede kulkas. Mesin tersebut dinamakan dialyzer bagian depannya terdapat layar kecil dan tombol 2 dan pada mesin itu menjuntai selang2 ada yang ukurannya besar ada juga yang kecil. selang tersebut kemudian dihubungkan oleh sebuah jarum yang masuk ke pembuluh darah (di pangkal paha/tangan (menurutku ukurannya gede banget, jd suka ngilu litany saat dimasukin) apalagi kalo dihubungkannya di pangkal paha, mana pasiennya jd g bisa ngapa-ngapain (kebayangkan pegelnya selama 4 jam lg).
Selang –selang yang berjuntaian itu menyalurkan darah dari pembuluh darah yang terdapat pada pangkal paha atau tangan ke sebuah mesin dialyzer. Akses cuci darah bisa dilakukan jika pasien sudah punya akses cymino (lucu ya namanya). Cymino diperoleh melalui proses operasi penyatuan pembuluh darah arteri dan vena ke permukaan tangan bawah. Sehingga selang dialyzer bisa langsung dimasukan ke bagian yang menonjol (jadi g susah nyari-nyari pembuluh darahnya gitu lho…..). kalo dip aha sakit banget (katanya) memang awal2 cuci darah suamiku sampe susah berjalan karena pangkal pahanya biru2 n sakit. Kalo akses cymino ini dipegang bisa nyetrum lho….(kalo g percaya buktiin sendiri).
untuk yang ingin lebih tau bagaimana proses cuci darah itu ?
Hemodialisa berasal dari kata hemo=darah dan dialisa=pemisahan atau dengan kata lain, hemodialisa adalah suatu proses terapi pengganti ginjal untuk mengeluarkan sisa2 metabolisme atau racun dari peredaran darah.
Tujuan hemodialisa adalah membuang produk metabolism protein seperti urea, kreatinin dan asam urat, membuang kelebuhan air, mempertahankan atau mengembalikan system buffer (jd inget waktu kuliah kimdas), mempertahankan atau mengembalikan kadar elektrolit tubuh dan memperbaiki status kesehatan penderita.
Hemodialisa dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan :
a) Kelainan fungsi otak ( ensefalopati uremik )
b) Perikarditis ( peradangan kantong jantung )
c) Asidosis ( peningkatan keasaman darah ) yang tidak memberikan respon
terhadap pengobatan lainnya.
d) Gagal jantung
e) Hiperkalemia ( kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah ).
Frekuensi, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu. Program dialisa dikatakan berhasil jika :
1 ) Penderita kembali menjalani hidup normal.
2 ) Penderita kembali menjalani diet yang normal.
3 ) Jumlah sel darah merah dapat ditoleransi.
4 ) Tekanan darah normal.
5 ) Tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif ( Medicastore.com, 2006 )
Dialisa bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal. Pada gagal ginjal akut, dialisa dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal.
Komplikasi dalam pelaksanaan hemodialisa yang sering terjadi pada saat dilakukan terapi adalah : Hipotensi, Kram otot, Mual atau muntah, Sakit kepala, Sakit dada, Gatal-gatal
Demam dan menggigil, Kejang. Kecuali hipotensi dan kejang suamiku pernah mengalaminya namun yang sekarang dirasakan adalah gatal-gatal, apalagi kalo kepanasan katanya suka gatal2.
Buat suamiku aku salut banget padamu dari sekian penderitaan yang kamu alami kamu g pernah mengeluh tidak seperti pasien2 lain. (yang sejadwal) mereka suka menumpahkan kekesalannya pada istrinya padahal siang malam istri2nya dengan setia merawatnya tidak seperti aku. Sayangku,,,,,ingat vitamin cuci darah ya (4S) “sabar, sholat, sehat, semangat I love u….”
sumber; annurhospital.com
Setiap kali menjalaninya, suamiku dan pasien2 HD lainnya harus berbaring selama 3-4 jam. Di tangannya/dipangkal pahanya dipasangkan selang-selang yang menghubungkan ke mesin segede kulkas. Mesin tersebut dinamakan dialyzer bagian depannya terdapat layar kecil dan tombol 2 dan pada mesin itu menjuntai selang2 ada yang ukurannya besar ada juga yang kecil. selang tersebut kemudian dihubungkan oleh sebuah jarum yang masuk ke pembuluh darah (di pangkal paha/tangan (menurutku ukurannya gede banget, jd suka ngilu litany saat dimasukin) apalagi kalo dihubungkannya di pangkal paha, mana pasiennya jd g bisa ngapa-ngapain (kebayangkan pegelnya selama 4 jam lg).
Selang –selang yang berjuntaian itu menyalurkan darah dari pembuluh darah yang terdapat pada pangkal paha atau tangan ke sebuah mesin dialyzer. Akses cuci darah bisa dilakukan jika pasien sudah punya akses cymino (lucu ya namanya). Cymino diperoleh melalui proses operasi penyatuan pembuluh darah arteri dan vena ke permukaan tangan bawah. Sehingga selang dialyzer bisa langsung dimasukan ke bagian yang menonjol (jadi g susah nyari-nyari pembuluh darahnya gitu lho…..). kalo dip aha sakit banget (katanya) memang awal2 cuci darah suamiku sampe susah berjalan karena pangkal pahanya biru2 n sakit. Kalo akses cymino ini dipegang bisa nyetrum lho….(kalo g percaya buktiin sendiri).
untuk yang ingin lebih tau bagaimana proses cuci darah itu ?
Hemodialisa berasal dari kata hemo=darah dan dialisa=pemisahan atau dengan kata lain, hemodialisa adalah suatu proses terapi pengganti ginjal untuk mengeluarkan sisa2 metabolisme atau racun dari peredaran darah.
Tujuan hemodialisa adalah membuang produk metabolism protein seperti urea, kreatinin dan asam urat, membuang kelebuhan air, mempertahankan atau mengembalikan system buffer (jd inget waktu kuliah kimdas), mempertahankan atau mengembalikan kadar elektrolit tubuh dan memperbaiki status kesehatan penderita.
Hemodialisa dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan :
a) Kelainan fungsi otak ( ensefalopati uremik )
b) Perikarditis ( peradangan kantong jantung )
c) Asidosis ( peningkatan keasaman darah ) yang tidak memberikan respon
terhadap pengobatan lainnya.
d) Gagal jantung
e) Hiperkalemia ( kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah ).
Frekuensi, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu. Program dialisa dikatakan berhasil jika :
1 ) Penderita kembali menjalani hidup normal.
2 ) Penderita kembali menjalani diet yang normal.
3 ) Jumlah sel darah merah dapat ditoleransi.
4 ) Tekanan darah normal.
5 ) Tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif ( Medicastore.com, 2006 )
Dialisa bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal. Pada gagal ginjal akut, dialisa dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal.
Komplikasi dalam pelaksanaan hemodialisa yang sering terjadi pada saat dilakukan terapi adalah : Hipotensi, Kram otot, Mual atau muntah, Sakit kepala, Sakit dada, Gatal-gatal
Demam dan menggigil, Kejang. Kecuali hipotensi dan kejang suamiku pernah mengalaminya namun yang sekarang dirasakan adalah gatal-gatal, apalagi kalo kepanasan katanya suka gatal2.
Buat suamiku aku salut banget padamu dari sekian penderitaan yang kamu alami kamu g pernah mengeluh tidak seperti pasien2 lain. (yang sejadwal) mereka suka menumpahkan kekesalannya pada istrinya padahal siang malam istri2nya dengan setia merawatnya tidak seperti aku. Sayangku,,,,,ingat vitamin cuci darah ya (4S) “sabar, sholat, sehat, semangat I love u….”
sumber; annurhospital.com
Rabu, 09 Juni 2010
Punggung Yang Kuat
aku pernah baca up date status dari seorang teman: "Jika amanat mulai terasa berat, jangan pernah memohon untuk meringankan beban tersebut... melainkan mintalah pada-Nya "PUNGGUNG YANG KUAT" untuk memikul amanat tersebut..."
kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk ikhlas, ikhlas menerima segala anugrah dan musibah yang diberikan Alloh SWT dengan demikian beban yang ada dalam diri kita akan terasa ringan.
Ketika dalam perjalanan menuju Serang,ada dua orang bapak2 yang duduk dibelakang mereka sedang berbincang-bincang tentang permasalahan hidupnya, seorang dari mereka berkata; "hidup itu g adil, kita yang susah payah cari uang g pernah pas tuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan mereka yang hanya duduk2 dapat uang banyak".
dalam hati aku berkata ya Alloh....bagaimana dengan hidupku? apakah hidup juga tidak adil bagiku?
Tidak, hidup sangat adil bagiku, walaupun Alloh memberikanku cobaan yang berat tapi Dia meluaskan rizkiku dan yang terpenting, DIA TELAH MEMBERI AKU PUNGGUNG YANG KUAT, sehingga aku bisa memikul beban ini, semua ujian hidup tergantung kita menyikapinya. Terima kasih ya Alloh, Engkau telah memberikan amanah ini kepadaku, tak semua orang bisa mendapatkannya....Alhamdulillahirrabbil'alamiin.......
kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk ikhlas, ikhlas menerima segala anugrah dan musibah yang diberikan Alloh SWT dengan demikian beban yang ada dalam diri kita akan terasa ringan.
Ketika dalam perjalanan menuju Serang,ada dua orang bapak2 yang duduk dibelakang mereka sedang berbincang-bincang tentang permasalahan hidupnya, seorang dari mereka berkata; "hidup itu g adil, kita yang susah payah cari uang g pernah pas tuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan mereka yang hanya duduk2 dapat uang banyak".
dalam hati aku berkata ya Alloh....bagaimana dengan hidupku? apakah hidup juga tidak adil bagiku?
Tidak, hidup sangat adil bagiku, walaupun Alloh memberikanku cobaan yang berat tapi Dia meluaskan rizkiku dan yang terpenting, DIA TELAH MEMBERI AKU PUNGGUNG YANG KUAT, sehingga aku bisa memikul beban ini, semua ujian hidup tergantung kita menyikapinya. Terima kasih ya Alloh, Engkau telah memberikan amanah ini kepadaku, tak semua orang bisa mendapatkannya....Alhamdulillahirrabbil'alamiin.......
Minggu, 14 Maret 2010
Senin Kamis
Senin dan kamis adalah hari yang paling dtunggu suamiku karena pada waktu ini suamiku bisa makan dan minum yang enak2 sepuasnya. Senin Kamis, dua hari dalam seminggu adalah jadwal yang ditetapkan tuk cuci darah untuk suamiku. jadi sebelum dicuci suamiku bisa minum sepuasnya karena ia beranggapan cairan yang masuk ke tubuhnya akan keluar bersama zat-zat sampah lain yang telah menumpuk ditubuhnya selama 2/3 hari pada saat cuci darahnya berlangsung. makanya sebelum senin dan kamis suamiku dengan semangat mengumpulkan minuman tuk jajanan anak2.
Rasanya hati ini ingin menjerit melihat perubahan suamiku.4 bulan kebelakang suamiku adalah seorang laki-laki yang gagah,dewasa, dan tegas. aku merasa nyaman berlindung dan menyandarkan hidupku, walaupun aku bekerja dan pendidikanku lebih tinggi daripadanya namun ia bisa membuatku patuh dan hormat padanya.
walalupun fisiknya telah berubah namun aku masih menyayanginya dan rasa hormat dan patuh padanya apapun kondisinya. terimakasih Ya Alloh atas segala anugrah yang telah Kau berikan padaku.
maaf setiap kali aku menulis tentang kondisinya aku tak kuat menahan bendungan air mataku padahal dikepalaku banyak yang akan aku tuangkan tapi jadi speechless setiap aku menuliskannya,......
Rasanya hati ini ingin menjerit melihat perubahan suamiku.4 bulan kebelakang suamiku adalah seorang laki-laki yang gagah,dewasa, dan tegas. aku merasa nyaman berlindung dan menyandarkan hidupku, walaupun aku bekerja dan pendidikanku lebih tinggi daripadanya namun ia bisa membuatku patuh dan hormat padanya.
walalupun fisiknya telah berubah namun aku masih menyayanginya dan rasa hormat dan patuh padanya apapun kondisinya. terimakasih Ya Alloh atas segala anugrah yang telah Kau berikan padaku.
maaf setiap kali aku menulis tentang kondisinya aku tak kuat menahan bendungan air mataku padahal dikepalaku banyak yang akan aku tuangkan tapi jadi speechless setiap aku menuliskannya,......
Senin, 01 Maret 2010
Naik Motor
Hampir 4 bulan sudah hidup suamiku harus tergantung oleh mesin hemodialisa, suatu istilah yang sebelumnya sangat mengerikan bagiku. ya, setiap senin dan kamis selama kurang lebih 4 jam suamiku harus berbaring di rumah sakit tuk membersihkan darahnya dari racun2 hasil metabolisme.
semua ini adalah takdir yang harus kujalani dan aku tak pernah menyangka aku bisa menjalaninya.
Suamiku mengira kedua ginjalnya yang telah mengecil akan kembali normal walaupun yang aku tahu dari dokter dan sumber lainnya kerusakan ginjalnya bersifat ireversible. namun keyakinan dan optimismenya mudah2an menjadi semangat hidupnya. walaupun manusia mengatakan tak masuk akal tapi bagi Alloh semuanya mungkin, aku sangat mempercayai kebesaran-Nya.
Rumah hijau kini sunyi ditinggal penghuninya karena tuk sementara waktu kami tinggal bersama orang tuaku tuk memudahkan mobilisasi suamiku. karena sekarang suamiku tidak dianjurkan tuk mengendari motor/mobil dulu.
Hal yang paling membuatku sedih anakku selalu bilang "dede mau renang ama Ayah, ama ibu naik motor. Subhanalloh....hal yang tadinya sepele kini menjadi sulit tuk diwujudkan.
Ya Alloh maafkan aku yang tak pernah bersyukur ketika kami bisa pergi bersama-sama naik motor walaupun sekedar jalan2 ke pasar membeli bubur langganan kami. kini hal itu tak pernah kami lakukan lagi selama 4 bulan ini.
Ya Alloh jadikanlah rumah hijau sebagai tempat naungan kami lagi yang didalamnya penuh kebahagiaan dan tempat kami beribadah dan mengucap syukur kepada-Mu...
Aamiin....
semua ini adalah takdir yang harus kujalani dan aku tak pernah menyangka aku bisa menjalaninya.
Suamiku mengira kedua ginjalnya yang telah mengecil akan kembali normal walaupun yang aku tahu dari dokter dan sumber lainnya kerusakan ginjalnya bersifat ireversible. namun keyakinan dan optimismenya mudah2an menjadi semangat hidupnya. walaupun manusia mengatakan tak masuk akal tapi bagi Alloh semuanya mungkin, aku sangat mempercayai kebesaran-Nya.
Rumah hijau kini sunyi ditinggal penghuninya karena tuk sementara waktu kami tinggal bersama orang tuaku tuk memudahkan mobilisasi suamiku. karena sekarang suamiku tidak dianjurkan tuk mengendari motor/mobil dulu.
Hal yang paling membuatku sedih anakku selalu bilang "dede mau renang ama Ayah, ama ibu naik motor. Subhanalloh....hal yang tadinya sepele kini menjadi sulit tuk diwujudkan.
Ya Alloh maafkan aku yang tak pernah bersyukur ketika kami bisa pergi bersama-sama naik motor walaupun sekedar jalan2 ke pasar membeli bubur langganan kami. kini hal itu tak pernah kami lakukan lagi selama 4 bulan ini.
Ya Alloh jadikanlah rumah hijau sebagai tempat naungan kami lagi yang didalamnya penuh kebahagiaan dan tempat kami beribadah dan mengucap syukur kepada-Mu...
Aamiin....
Jumat, 11 Desember 2009
CKD Stage V (bagian 1)/ ESRD
Hari-hari
dipertengahan bulan Nopember lalu adalah hari-hari yang terberat
buatku. Rasa hancur, perih,putus asa, campur aduk jadi satu kala itu,
bagaimana tidak suamiku yang seminggu lalu masih baik2 saja tiba-tiba
divonis menderita gagal ginjal stadium V bahkan yang paling
memprihatinkan, fungsi kedua ginjalnya hanya tinggal 4% saja..."Allohu
Akbar"
Sejak awal menikah memang sudah terlihat keganjalan dari urinnya,
setiap habis pipis terlihat buih di WC walaupun sudah disiram, saya
kira itu busa sabun jadi aku tak curiga sedikitpun.
seperti yang telah aku tulis di blog ini pada tahun 2008 suamiku sudah
mengalami hipertensi waktu itu sekitar 140/90 mmHg sehingga kami
periksakan ke dokter umum (dokter A) di dekat rumah, oleh dokter tsb suamiku
disarankan untuk melakukan tes darah dan urin. hasil pemeriksaan lab
menunjukan kolesterolnya melebihi batas normal(sekitar 230 han) dan di urinnya + 4
protein, dari hasil pemmeriksaan tersebut kami masih biasa2 saja dan
kami hanya fokus pada kolesterolnya saja walaupun dokter tsb sudah
mengatakan bahwa ginjalnya ada sedikit gangguan dan dia hanya
memberikan obat untuk mengatasi hal tsb.
Dua bulan suamiku rutin memeriksakan diri ke dokter A untuk mengatasi
hipertensinya karena berdasarkan dokter, hipertensi tidak bisa
disembuhkan jadi selamamnya harus minum obat. karena merasa bosan
dengan obat2an dan merasa fisiknya baik2 saja tidak ada keluhan apapun
akhirnya kami tidak pernah datang lagi ke dokter, pola hidup suamiku
masih tetap seperti biasa namun jadi sering olah raga.
sekitar bulan maret-april 2009 suamiku ditugaskan untuk mengikuti
pendidikan lanjutan di bogor di sana pola hidupnya berubah total
kembali seperti waktu awal2 dia jadi tentara, berat badannya berkurang
dan bentuk badannya jadi seperti tentara lagi, suamiku bercerita
sewaktu tes samapta (kaya tes fisik kali) suamiku tidak diikutsertakan
dengan peserta yang lainnya karena tensinya sangat tinggi sekitar
190-han/.... (lupa lagi) sehingga ia mengikuti tes tersebut dihari berikutnya sendirian dengan dikawal tim kesehatan.
usai pendidikan suamiku ditugaskan dibagian staf tidak dilapangan lagi, Alhamdullilah pola hidupnya teratur (WAktu kerja) sehingga banyak kesempatan untuk berolah raga, kami masih beranggapan darah tingginya disebabkan karena kolesterol sehingga suamiku berusaha menurunkannya dengan berolah raga. jadwal olah raga yang dilakukannya adalah latihan aikido (Rabu, minggu), melatih aikido (kamis, minggu) bulu tangkis (selasa, Jum'at, sabtu). pernah suatu hari ia mengeluh pusing2 akhirnya kami bawa ke klinik A (bukan dokter yang dulu) di tensi darahnya sekitar 190 han/.... dokter tsb menyarankan untuk merubah pola hidup suamiku (makanan+ g boleh stress) dan suamiku diberi obat penurun tekanan darah, kemudian minggu depan kami disuruh datang lagi. Minggu berikutnya kami datang lagi tensinya masih tetap g berubah kami dinasehati lagi dan diberi obat penurun tekanan darah, namun berbeda dengan dokter A beliau menyarankan untuk tidak datang lagi dan lebih pada merubah pola hidup.
Hari2 kami lalui dengan mencoba merubah pola hidup (membatasi penggunaan garam pada makanan, menghindari makanan berkolesterol tinggi dan pemicu darah tinggi, sarapan dengan havermut, olah raga dan menghindari stres) namun setiap kali dicek tekanan darah suamiku masih tinggi (antara 160-210/90-110 mmhg) dalam kondisi tersebut suamiku masih bebas beraktivitas walaupun kadang2 mengeluhkan sakit kepala tapi setiap ditidurkan besoknya pulih lagi.
Bulan Ramadhan tiba kebiasaan makan suamiku berubah lagi setiap buka banyak makan yang dibeli misalnya kolek, es campur, dan setiap hari minum air kelapa 1 gelas besar (dar 2 butir kelapa ) yang belakangan saya tahu bahwa air kelapa itu banyak mengandung kalium selain itu lauk untuk makanpun sering beli (padahal dari dulu dia g begitu suka masakan yang beli jadi) salahnya saya g bisa mencegahnya karena saya piker udahlah Cuma untuk 1 bulan saja lagian kasian suamiku dah berpuasa pasti pingin makan yang enak2. begitulah setiap hari dan menginjak minggu ke-3suamiku mengeluhkan sakit kepala yang lumayan, aku fikir karena berpuasa kemudian kami periksakan ke klinik C ketika di cek tensinya 140/90 mmhg kami sangat terkejut dan bergembira padahal suamiku tidak minum obat penurun darah tinggi, jadi dokter di klinik C tersebut suamiku diberi lagi obat penurun darah tinggi namun yang dosisnya rendah karena ukuran segitu masih masuk kedalam kategori tinggi dan minggu depannya kami dianjurkan tuk control lagi. Minggu ke-4 sakit kepalanya masih belum hilang bahkan jadi sering terjaga tiap malam kemudian kami control lagi dan ternyata darahnya naik lagi ke kisaran 190/110 mmhg oleh dokter klinik C suamiku direkomendasikan ke rumah sakit untuk melakukan cek darah, namun harus menunggu sampai cuti lebaran selesai karena waktu kami datang bertepatan dengan hari pertama cuti lebaran.
Hari lebaran tiba suamiku terlihat lemah dan wajahnya sedikit pucat ia bilang sakit kepalanya belum hilang juga, bahkan pada hari terakhir cuti lebaran suamiku tidak mau makan sama sekali karena sakit kepala dan g enak badan seperti masuk angin. Keesokannya kami datang ke dokter spesialis penyakit dalam ( Dokter D) dan kami disarankan untuk melakukan tes darah, dari hasil tes darah menunjukan kreatinin 6,6 , ureum lupa lagi (melebihi batas normal), kolesterol 30 han dan dokter menyebutkan kemungkinan suamiku terkena penyakit ginjal namun beliau tidak berani memutuskan karena harus ada pemeriksaan lebih lanjut, kami disarankan untuk melakukan usg ginjal karena di dokter tsb tidak ada alat usg, maka suamiku disarankan ke rumah sakit untuk di USG.
Karena suamiku seorang tentara, maka kami menggunakan fasilitas RS E dengan tujuan untuk di usg ginjal, suamiku dibawa ke bagian penyakit dalam dan disuruh untuk tes darah ulang karena hasil yang kemarin sudah kadaluawarsa ( 1 minggu) hasil tes darah menunjukan angka yang tidak jauh berbeda dengan yang kemarin selain itu suamiku di periksa EKG Jantung dan ronsen untuk paru 2, pada saat pemeriksaan dokter seperti kebingungan karena hasil lab menunjukan adanya kelainan ginjal tetapi ciri2 fisik tidak terlihat (pipis lancar, tidak sakit pinggang dan tidak bengkak) namun yang aku sayangkan dokter yang memeriksa sepertinya belum banyak pengalaman dilihat dia masih sangat muda, trus dia mondar-mandir berkonsultasi ke dokter yang lebih senior aku jadi curiga jangan2 dia masih ko-As. Berdasarkan pertimbangan jumlah kreatinin dan ureum tsb akhirnya suamiku disarankan untuk dirawat di RS tsb. Suamiku mulai dirawat pada hari Jum’at sore, dari Jum’at s.d Minggu tiap hari di ambil darah, urinnya setiap 24 jam di tampung di botol air mineral, tapi lucunya setiap pagi cuma ditanya berapa banyak air yang diminum dan segimana urinnya (urinnya Cuma dilihat tidak ditakar dan disuruh dibuang ) dan begitulah setiap hari. Selain itu suamiku disarankan untuk banyak minum (2 lt lebih).
Sewaktu di rawat suamiku terlihat seperti orang sehat saja, masih bisa jalan2 ke luar ruangan nonton TV diruang perawat tidak ada yang dikeluhkan. Setiap hari ditanya-tanya keluhannya apa sama mahasiswa kedokteran suamiku bilang g ada, ya memang, tidak ada yang dikeluhkan bahkan sakit kepalanya jarang muncul lagi. Hari Sabtu dan minggu tidak ada satu dokterpun yang memeriksa karena alasannya libur, dokternya kan libur. (?????). hari senin barulah suamiku diperiksa oleh dokter ruangan (padahalkan 1 ruangan penyakitnya macam2) dan disarankan dibawa ke poli jantung, USG ginjalnya baru dilaksanakan pada hari selasa, selasa sore aku tanyakan ke perawat tentang hasil USGnya karena dokter yang memeriksanya tidak ada, dan setiap ada dokter keluarga pasien disuruh keluar jadi saya g bisa berkonsultasi. Hasil usg ginjal menurut perawat tidak ada masalah tapi hasil foto usgnya tidak diperlihatkan. Pada waktu itu saya percaya pada perawat itu. Hari Rabu suamiku sudah diperbolehkan pulang dengan catatan control lagi minggu depan. Dari surat kepulangan menunjukan kadar kreatinin suamiku turun menjadi sekitar 4 ureumnya juga turun, kolesterolnya turun sekitar 230 han, dan hasil pemeriksaan struktur ginjal dan saluran kemihnya tidak ada masalah. Kami merasa lega mendengar itu dan kami turuti pula saran dokter gizi makanan apa saja yang dilarang dan di perbolehkan.
O ya pada saat dirawat, pada hari minggu/senin perawat pernah memberikan obat yang salah, untung aku ingat nama obat yang biasa diminum waktu dikonfirmasi ternyata itu obat untuk pasien lain yang kebetulan sama, ya Alloh bagaimana kalo sampai diminum suamiku, kemudian aku berusaha mengingatkan perawat itu agar tidak teledor karena bisa fatal akibatnya (sedikit dimarahin sich...)
Bersambung...........
dipertengahan bulan Nopember lalu adalah hari-hari yang terberat
buatku. Rasa hancur, perih,putus asa, campur aduk jadi satu kala itu,
bagaimana tidak suamiku yang seminggu lalu masih baik2 saja tiba-tiba
divonis menderita gagal ginjal stadium V bahkan yang paling
memprihatinkan, fungsi kedua ginjalnya hanya tinggal 4% saja..."Allohu
Akbar"
Sejak awal menikah memang sudah terlihat keganjalan dari urinnya,
setiap habis pipis terlihat buih di WC walaupun sudah disiram, saya
kira itu busa sabun jadi aku tak curiga sedikitpun.
seperti yang telah aku tulis di blog ini pada tahun 2008 suamiku sudah
mengalami hipertensi waktu itu sekitar 140/90 mmHg sehingga kami
periksakan ke dokter umum (dokter A) di dekat rumah, oleh dokter tsb suamiku
disarankan untuk melakukan tes darah dan urin. hasil pemeriksaan lab
menunjukan kolesterolnya melebihi batas normal(sekitar 230 han) dan di urinnya + 4
protein, dari hasil pemmeriksaan tersebut kami masih biasa2 saja dan
kami hanya fokus pada kolesterolnya saja walaupun dokter tsb sudah
mengatakan bahwa ginjalnya ada sedikit gangguan dan dia hanya
memberikan obat untuk mengatasi hal tsb.
Dua bulan suamiku rutin memeriksakan diri ke dokter A untuk mengatasi
hipertensinya karena berdasarkan dokter, hipertensi tidak bisa
disembuhkan jadi selamamnya harus minum obat. karena merasa bosan
dengan obat2an dan merasa fisiknya baik2 saja tidak ada keluhan apapun
akhirnya kami tidak pernah datang lagi ke dokter, pola hidup suamiku
masih tetap seperti biasa namun jadi sering olah raga.
sekitar bulan maret-april 2009 suamiku ditugaskan untuk mengikuti
pendidikan lanjutan di bogor di sana pola hidupnya berubah total
kembali seperti waktu awal2 dia jadi tentara, berat badannya berkurang
dan bentuk badannya jadi seperti tentara lagi, suamiku bercerita
sewaktu tes samapta (kaya tes fisik kali) suamiku tidak diikutsertakan
dengan peserta yang lainnya karena tensinya sangat tinggi sekitar
190-han/.... (lupa lagi) sehingga ia mengikuti tes tersebut dihari berikutnya sendirian dengan dikawal tim kesehatan.
usai pendidikan suamiku ditugaskan dibagian staf tidak dilapangan lagi, Alhamdullilah pola hidupnya teratur (WAktu kerja) sehingga banyak kesempatan untuk berolah raga, kami masih beranggapan darah tingginya disebabkan karena kolesterol sehingga suamiku berusaha menurunkannya dengan berolah raga. jadwal olah raga yang dilakukannya adalah latihan aikido (Rabu, minggu), melatih aikido (kamis, minggu) bulu tangkis (selasa, Jum'at, sabtu). pernah suatu hari ia mengeluh pusing2 akhirnya kami bawa ke klinik A (bukan dokter yang dulu) di tensi darahnya sekitar 190 han/.... dokter tsb menyarankan untuk merubah pola hidup suamiku (makanan+ g boleh stress) dan suamiku diberi obat penurun tekanan darah, kemudian minggu depan kami disuruh datang lagi. Minggu berikutnya kami datang lagi tensinya masih tetap g berubah kami dinasehati lagi dan diberi obat penurun tekanan darah, namun berbeda dengan dokter A beliau menyarankan untuk tidak datang lagi dan lebih pada merubah pola hidup.
Hari2 kami lalui dengan mencoba merubah pola hidup (membatasi penggunaan garam pada makanan, menghindari makanan berkolesterol tinggi dan pemicu darah tinggi, sarapan dengan havermut, olah raga dan menghindari stres) namun setiap kali dicek tekanan darah suamiku masih tinggi (antara 160-210/90-110 mmhg) dalam kondisi tersebut suamiku masih bebas beraktivitas walaupun kadang2 mengeluhkan sakit kepala tapi setiap ditidurkan besoknya pulih lagi.
Bulan Ramadhan tiba kebiasaan makan suamiku berubah lagi setiap buka banyak makan yang dibeli misalnya kolek, es campur, dan setiap hari minum air kelapa 1 gelas besar (dar 2 butir kelapa ) yang belakangan saya tahu bahwa air kelapa itu banyak mengandung kalium selain itu lauk untuk makanpun sering beli (padahal dari dulu dia g begitu suka masakan yang beli jadi) salahnya saya g bisa mencegahnya karena saya piker udahlah Cuma untuk 1 bulan saja lagian kasian suamiku dah berpuasa pasti pingin makan yang enak2. begitulah setiap hari dan menginjak minggu ke-3suamiku mengeluhkan sakit kepala yang lumayan, aku fikir karena berpuasa kemudian kami periksakan ke klinik C ketika di cek tensinya 140/90 mmhg kami sangat terkejut dan bergembira padahal suamiku tidak minum obat penurun darah tinggi, jadi dokter di klinik C tersebut suamiku diberi lagi obat penurun darah tinggi namun yang dosisnya rendah karena ukuran segitu masih masuk kedalam kategori tinggi dan minggu depannya kami dianjurkan tuk control lagi. Minggu ke-4 sakit kepalanya masih belum hilang bahkan jadi sering terjaga tiap malam kemudian kami control lagi dan ternyata darahnya naik lagi ke kisaran 190/110 mmhg oleh dokter klinik C suamiku direkomendasikan ke rumah sakit untuk melakukan cek darah, namun harus menunggu sampai cuti lebaran selesai karena waktu kami datang bertepatan dengan hari pertama cuti lebaran.
Hari lebaran tiba suamiku terlihat lemah dan wajahnya sedikit pucat ia bilang sakit kepalanya belum hilang juga, bahkan pada hari terakhir cuti lebaran suamiku tidak mau makan sama sekali karena sakit kepala dan g enak badan seperti masuk angin. Keesokannya kami datang ke dokter spesialis penyakit dalam ( Dokter D) dan kami disarankan untuk melakukan tes darah, dari hasil tes darah menunjukan kreatinin 6,6 , ureum lupa lagi (melebihi batas normal), kolesterol 30 han dan dokter menyebutkan kemungkinan suamiku terkena penyakit ginjal namun beliau tidak berani memutuskan karena harus ada pemeriksaan lebih lanjut, kami disarankan untuk melakukan usg ginjal karena di dokter tsb tidak ada alat usg, maka suamiku disarankan ke rumah sakit untuk di USG.
Karena suamiku seorang tentara, maka kami menggunakan fasilitas RS E dengan tujuan untuk di usg ginjal, suamiku dibawa ke bagian penyakit dalam dan disuruh untuk tes darah ulang karena hasil yang kemarin sudah kadaluawarsa ( 1 minggu) hasil tes darah menunjukan angka yang tidak jauh berbeda dengan yang kemarin selain itu suamiku di periksa EKG Jantung dan ronsen untuk paru 2, pada saat pemeriksaan dokter seperti kebingungan karena hasil lab menunjukan adanya kelainan ginjal tetapi ciri2 fisik tidak terlihat (pipis lancar, tidak sakit pinggang dan tidak bengkak) namun yang aku sayangkan dokter yang memeriksa sepertinya belum banyak pengalaman dilihat dia masih sangat muda, trus dia mondar-mandir berkonsultasi ke dokter yang lebih senior aku jadi curiga jangan2 dia masih ko-As. Berdasarkan pertimbangan jumlah kreatinin dan ureum tsb akhirnya suamiku disarankan untuk dirawat di RS tsb. Suamiku mulai dirawat pada hari Jum’at sore, dari Jum’at s.d Minggu tiap hari di ambil darah, urinnya setiap 24 jam di tampung di botol air mineral, tapi lucunya setiap pagi cuma ditanya berapa banyak air yang diminum dan segimana urinnya (urinnya Cuma dilihat tidak ditakar dan disuruh dibuang ) dan begitulah setiap hari. Selain itu suamiku disarankan untuk banyak minum (2 lt lebih).
Sewaktu di rawat suamiku terlihat seperti orang sehat saja, masih bisa jalan2 ke luar ruangan nonton TV diruang perawat tidak ada yang dikeluhkan. Setiap hari ditanya-tanya keluhannya apa sama mahasiswa kedokteran suamiku bilang g ada, ya memang, tidak ada yang dikeluhkan bahkan sakit kepalanya jarang muncul lagi. Hari Sabtu dan minggu tidak ada satu dokterpun yang memeriksa karena alasannya libur, dokternya kan libur. (?????). hari senin barulah suamiku diperiksa oleh dokter ruangan (padahalkan 1 ruangan penyakitnya macam2) dan disarankan dibawa ke poli jantung, USG ginjalnya baru dilaksanakan pada hari selasa, selasa sore aku tanyakan ke perawat tentang hasil USGnya karena dokter yang memeriksanya tidak ada, dan setiap ada dokter keluarga pasien disuruh keluar jadi saya g bisa berkonsultasi. Hasil usg ginjal menurut perawat tidak ada masalah tapi hasil foto usgnya tidak diperlihatkan. Pada waktu itu saya percaya pada perawat itu. Hari Rabu suamiku sudah diperbolehkan pulang dengan catatan control lagi minggu depan. Dari surat kepulangan menunjukan kadar kreatinin suamiku turun menjadi sekitar 4 ureumnya juga turun, kolesterolnya turun sekitar 230 han, dan hasil pemeriksaan struktur ginjal dan saluran kemihnya tidak ada masalah. Kami merasa lega mendengar itu dan kami turuti pula saran dokter gizi makanan apa saja yang dilarang dan di perbolehkan.
O ya pada saat dirawat, pada hari minggu/senin perawat pernah memberikan obat yang salah, untung aku ingat nama obat yang biasa diminum waktu dikonfirmasi ternyata itu obat untuk pasien lain yang kebetulan sama, ya Alloh bagaimana kalo sampai diminum suamiku, kemudian aku berusaha mengingatkan perawat itu agar tidak teledor karena bisa fatal akibatnya (sedikit dimarahin sich...)
Bersambung...........
Senin, 18 Mei 2009
Posting
wah aku dah lama nich g pernah buka2 blog ini, sampai2 alamatnya aja lupa, aku tanya bro eh malah dia yang hafal hi..hi.. lucu ya padahal dulu dia bisa bikin blog liat dari aku, untung aja paswordnya g pernah pake yang macem2 jadi tinggal coba kata yang biasa aku pake,
terakhir aku posting bulan Agustus 2008 waktu itu umur nisa masih 10 bulan.. kalo g salah waktu itu nisa belum bisa merangkak, waktu itu aku sedang resah karena perkembangannya kalah sama anak seusianya
banyak moment2 penting yang terlewat di posting-kan misalnya waktu nisa ulang tahun, waktu nisa bisa jalan dan bicara atau sekitar pengalaman2ku berkeliling kota dalam rangka dinas atau hal2 yang terjadi disekelilingku itu semua karena kesibukanku atau kemalasanku ya.....
tadinya blog ini akan aku jadikan sarana untuk menulis catatan harianku atau diaryku tapi... ya sutra lah mudah2an mulai hari ini aku bisa posting catatanku walaupun cuma sedikit
waktu aku buka lagi blogku aku baru nyadar ternyata blogku super acak2an he..he... walah g di rumah, g dimeja kerjaku acak2an semua mungkin itulah kelemahanku g tertib kalo nari sesuatu
akhrnya aku edit lagi blogku bahkan ampe judulnya aku ganti (biar menarik gitu,,,,,) judul blogku sekarang "Rumah Hijau" rumah hijau itu adalah warna cat rumahku (ups...). Rumah bapakku kaleee ya maklum lah masih numpang dulu
judulnya masih ada kaitan dengan judul yang lama, rumah hijau itukan penghuninyaada aku, ayah dan nisa he,,,,,,,,,,,,,, jadi rumah hijau itu masih bertemakan tentang aku, ayah dan Nisa sebenarnya masih itu2 juga sich tapi keliatannya jadi gmana gtu.....
terakhir aku posting bulan Agustus 2008 waktu itu umur nisa masih 10 bulan.. kalo g salah waktu itu nisa belum bisa merangkak, waktu itu aku sedang resah karena perkembangannya kalah sama anak seusianya
banyak moment2 penting yang terlewat di posting-kan misalnya waktu nisa ulang tahun, waktu nisa bisa jalan dan bicara atau sekitar pengalaman2ku berkeliling kota dalam rangka dinas atau hal2 yang terjadi disekelilingku itu semua karena kesibukanku atau kemalasanku ya.....
tadinya blog ini akan aku jadikan sarana untuk menulis catatan harianku atau diaryku tapi... ya sutra lah mudah2an mulai hari ini aku bisa posting catatanku walaupun cuma sedikit
waktu aku buka lagi blogku aku baru nyadar ternyata blogku super acak2an he..he... walah g di rumah, g dimeja kerjaku acak2an semua mungkin itulah kelemahanku g tertib kalo nari sesuatu
akhrnya aku edit lagi blogku bahkan ampe judulnya aku ganti (biar menarik gitu,,,,,) judul blogku sekarang "Rumah Hijau" rumah hijau itu adalah warna cat rumahku (ups...). Rumah bapakku kaleee ya maklum lah masih numpang dulu
judulnya masih ada kaitan dengan judul yang lama, rumah hijau itukan penghuninyaada aku, ayah dan nisa he,,,,,,,,,,,,,, jadi rumah hijau itu masih bertemakan tentang aku, ayah dan Nisa sebenarnya masih itu2 juga sich tapi keliatannya jadi gmana gtu.....
Langganan:
Postingan (Atom)